Kulit sehat bebas jerawat

Obat Antibiotik Jerawat, Preferensi Mengobati Jerawat

Jika Anda sedang mencari obat antibiotik jerawat, baca dulu artikel kesehatan ini. Tak hanya akan menyebabkan rasa nyeri muncul, namun jerawat pun dapat menurunkan rasa percaya diri untuk sebagian orang. Karena itu banyak orang yang rela menghabiskan uang cukup banyak untuk mengobati jerawat hingga tuntas. Tetapi tahukah Anda jika untuk menghilangkan jerawat tersebut tak boleh dilakukan sembarangan, mari baca cara mengobati dan menghilangkan jerawat dengan tepat. Mari baca selengkapnya.


Asal Jerawat


Sesungguhnya jerawat itu berasal dari minyak atau pengeluaran sebum yang dari kelenjar yang ada di kulit dengan alami. Namun saat perubahan hormon terjadi bisa memicu produksi sebum yang terlalu banyak dengan begitu pori-pori kulit pun menjadi tersumbat. Sumbatan bercampur dengan yang namanya sel kulit mati akhirnya membentuk komedo. Setelahnya ada infeksi bakteri pada permukaan kulit, sehingga terbentuk jerawat. Terdapat beberapa jenis pengobatan yang bisa dilakukan.

Beberapa jenis jerawat, contohnya komedo warna putih dan komedo hitam, Sekian artikel tentang jerawat jenis pustula, nodul, dan kista, semoga bermanfaat. (Bintik menonjol dengan nanah di dalamnya), dan nodul (Benjolan keras serta terasa sakit). Adapun pengobatan yang terbaik untuk menghilangkan jerawat yakni dengan mengurangi produksi dari minyak kulit, membantu pembukaan sumbatan kulit, dan menghambat pertumbuhan bakteri. Umumnya ada 2 macam pengobatan gangguan jerawat, check di bawah ini.

Obat dokter


Antibiotik jerawat merupakan salah satunya. Di mana antibiotik bisa membasmi bakteri dan mengurangi peradangan, dalam hal ini bakteri penyebab jerawat. Obat antibiotik itu bisa berupa produk topikal, di mana langsung dioleskan di kulit, maupun antibiotik jerawat yang diminum.

Tetapi antibiotik topikal bisa bekerja dengan lebih efektif apabila digunakan bersama benzoil peroksida, mengurangi kemungkinan kulit kebal pada jenis antibiotik yang sama. Tak hanya itu, retinoid pun sering digunakan dalam menghilangkan jerawat, entah itu yang bentuk dikonsumsi ataupun produk obat topikal. Retinoid bisa membantu dalam mengatasi problem jerawat dengan tingkat sedang sampai dengan jerawat parah, caranya merangsang pertumbuhan beserta pelepasan sel kulit. Kombinasi retinoid yakni benzoil peroksida, juga antibiotik minum. Efek samping penggunaan retinoid yang bisa terjadi yakni gatal, merah-merah, dan kulit kering. Retinoid tak boleh digunakan oleh ibu hamil dan ibu menyusui.

Asam azelaic dan dapsone adalah bahan lain yang digunakan dalam mengobati jerawat, kemampuannya sebagai antiradang dan antibakteri. Yang harus Anda perhatikan bahwa pil KB pun dapat mempengaruhi hormon pemicu jerawat. Tak sedikit efek samping yang bisa terjadi karena pengobatan jerawat, karena itu Anda harus berhati-hati. Sebaiknya Anda konsultasikan terlebih dahulu ke dokter kulit apabila jerawat tak kunjung hilang, memunculkan gangguan lain, dan meninggalkan bekas.

Resiko menggunakan obat-obatan


Mengkonsumsi obat untuk mengobati jerawat mempunyai resiko. Dokter akan menjelaskan pada Anda terkait resiko itu, dan itu termasuk juga interaksi obat jerawat dengan jenis obat yang lain. Obat jerawat yang dibuat menggunakan bahan benzoil peroksida beserta retinoid bisa menjadikan kulit merah, kering, sensitif pada sinar matahari. Anda bisa menggunakan topi dan krim tabir surya saat Anda ada di luar ruangan. Antibiotik minum obat jerawat bisa mengakibatkan sensitif ke sinar matahari, sakit perut, wanita rentan pada infeksi jamur, khususnya apabila obat jerawat dipakai hingga beberapa minggu lamanya. Sekian artikel tentang obat antibiotik jerawat, preferensi mengobati jerawat. Semoga bermanfaat.

Obat Antibiotik Jerawat, Preferensi Mengobati Jerawat Rating: 4.5 Diposkan Oleh: risna novita