Kulit sehat bebas jerawat

Antibiotik untuk Jerawat Parah

Gangguan jerawat dengan kondisi cukup parah terkadang hanya menggunakan obat-obatan yang biasa tak akan mempan. Pada beberapa kasus serangan jerawat terkadang menggunakan pengobatan antibiotik dibutuhkan. Namun memang antibiotik termasuk obat keras, dan pemberian obat keras tak boleh dilakukan dengan sembarangan, melainkan harus izin dokter, dengan kata lain menggunakan resep dokter. Anda harus konsultasi ke dokter terlebih dahulu agar dokter bisa melakukan pemeriksaan dan memberikan resep obat antibiotik jerawat yang paling sesuai dengan kondisi Anda. Mari baca selengkapnya.


Tak semua kasus gangguan jerawat itu membutuhkan perawatan menggunakan obat antibiotik, itu disebabkan antibiotik ini biasanya diberikan apabila penderita atau pasien memang mempunyai kondisi jerawat dengan tingkat yang cukup parah, terkait hal ini, level keparahan akan dinilai dokter di mana pasien konsultasi. Biasanya gangguan jerawat yang termasuk kategori parah itu yang termasuk jerawat nodular beserta cystic. Untuk kasus ini ahli kulit meresepkan obat antibiotik khususnya apabila noda yang muncul itu memiliki resiko berubah ke infeksi serius. Namun apabila jerawat Cuma muncul pada permukaan, pemberian antibiotik tak diharuskan. Obat antibiotik yang diberikan bisa bekerja melalui beberapa mekanisme, namun yang terpenting yaitu menurunkan kadar atau jumlah bakteri dalam, serta sekitar folikel kulit.

Fungsi obat antibiotik


Untuk fungsinya sendiri, antibiotik berguna mengurangi iritasi zat kimia, di mana zat kimia tersebut diproduksi sel darah putih, dan mengurangi konsentrasi dari asam lemak bebas pada sebum, juga mengurangi respons inflamasi. Terdapat beberapa macam antibiotik yang umum diberikan dalam berhadapan dengan jerawat, bisa Anda lihat di bawah ini.

Daftar antibiotik jerawat


Erythromycin

Ada juga antibiotik Eritromisin, termasuk antibiotik yang lumayan favorit digunakan oleh penderita gangguan kulit jerawat. Berbeda dengan Tetrasiklin, antibiotik ini mempunyai kelebihan. Ini adalah obat antibiotik yang mempunyai sifat anti inflamasi, dapat membantu mengurangi kemerahan di luka atau lesi jerawat dan sekaligus membunuh bakteri. Untuk dosis dari Erythromycin ini bervariasi, di mana itu bergantung pada tipe yang diberikan. Namun antibiotik Erythromycin dapat mengakibatkan mual dan gangguan sakit perut.

Tetrasiklin

Yang kedua, ini adalah antibiotik paling sering diresepkan dalam menyembuhkan gangguan jerawat, untuk dosis yang diberikan semakin lama semakin berkurang, mengikuti penurunan lesi jerawat pada kulit. Namun Tetrasiklin ini tak boleh dikonsumsi oleh wanita hamil, anak-anak dengan usia lebih kecil dari sembilan tahun juga. Bisa berbahaya.

Minocycline

Yang ketiga adalah antibiotik Minocycline. Ini adalah turunan Tetrasiklin, dengan efektif digunakan untuk mengobati jerawat. Untuk dosis awalnya yaitu 50 hingga 100 mg / hari-nya. Ada efek samping jika menggunakan Minocycline, efek samping yang terjadi yaitu perubahan warna gigi dan kulit, apabila dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama.

Clindamycin

Adalah salah satu dari jenis antibiotik oral dengan kegunaan yang efektif dalam menangani jerawat. Namun Clindamycin paling banyak diresepkan menjadi antibiotik topikal. Untuk dosisnya, yaitu dimulai 75 mg hingga 150 mg, serta satu hari dikonsumsi 2 kali. Ada efek samping juga dari penggunaan Clindamycin, efek samping tersebut yaitu pseudomembranous colitis, infeksi usus karena bakteri Clostridium difficile.

Kesemua jenis antibiotik memiliki resiko infeksi jamur candida, dan antibiotik juga memiliki potensi dalam mengurangi efektivitas dari pil KB. Tetapi untuk pastinya, Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu. Sekian artikel tentang antibiotik untuk jerawat parah, semoga bermanfaat.

Antibiotik untuk Jerawat Parah Rating: 4.5 Diposkan Oleh: risna novita