Kulit sehat bebas jerawat

Jerawat pada Wanita dan Cara Mengobatinya

Yang paling takut dengan jerawat memang adalah kaum Hawa, karena para wanita selalu menjaga kecantikan mereka. Ada faktor-faktor yang harus Anda pertimbangkan, sebagai seorang wanita, dalam menangani masalah jerawat, khususnya jika hendak menggunakan terapi hormonal. Untuk jerawat yang disebabkan oleh faktor hormonal. Mari baca selengkapnya.


Faktor-faktor pertimbangan


Pertimbangkan apabila Anda tengah masa kehamilan, mengkonsumsi obat jerawat bisa menyebabkan efek tertentu. Terdapat beberapa jenis obat topikal dan obat oral yang tak boleh dikonsumsi oleh wanita hamil, karena bisa berbahaya bagi janin.

Untuk terapi hormonal, wajib disesuaikan pada jenis tertentu dari jerawat yang diderita. Selain itu juga disesuaikan level keparahan jerawat, apakah ringan, sedang, ataukah sudah termasuk jerawat tingkat keparahan berat.

Bagi wanita dewasa, lebih cenderung mempunyai type kulit kering sebab usia yang lebih tua, obat jerawat topikal bisa mengakibatkan terjadinya iritasi kulit berlebih bagi pasien dengan kulit yang kering tersebut. Pada beberapa wanita dewasa yang mengalami jerawat juga dapat menunjukkan gejala-gejala rosacea atau kondisi kulit umum ditandai peradangan dan kemerahan, bisa membuat beberapa macam obat jerawat topikal itu sulit dikonsumsi. Baca juga menghilangkan jerawat pada dagu.

Kesemua faktor di atas sangat penting untuk dipertimbangkan, khususnya yang nomor satu.

Beberapa macam pengobatan bagi jerawat yang disebabkan oleh gangguan hormon, antara lain:

Retinoid topikal

Untuk pasien jerawat segala usia, dermatologi umumnya akan memberikan obat retinoid topikal, obat dengan kandungan vitamin A derivatif. Di mana terapi ini cocok bagi jerawat yang disertai inflamasi, peradangan ringan hingga peradangan sedang, dan juga diikuti oleh gangguan whiteheads beserta komedo.

Terapi hormon

Yang berikutnya adalah terapi hormon. Gabungan dari kontrasepsi oral, biasa dikenal juga sebagai pil, sudah ditemukan bisa mengatasi gangguan jerawat dengan efektif untuk seorang wanita, saat digunakan sendiri maupun dikombinasikan bersama obat anti androgen, contohnya yakni spironolactone. Kontrasepsi oral ini disetujui oleh FDA, US Food & Drug Administration, dalam pengobatan jerawat hormonal, dengan kandungan estradiol etinil dan norgestimate progestin, norethindrone asetat, ataupun drospirenone. Metode pengobatan ini bisa mengubah tingkat beserta aktivitas dari hormon pemicu gangguan jerawat.

Kontraindikasi


Hati-hati, itu merupakan sebuah kewajiban jika Anda memakai prosedur terapi hormonal dalam mengatasi jerawat, dikarenakan efek kontraindikasi setelahnya. Faktor yang akan meningkatkan resiko obat. Adapun kontraindikasi tersebut yakni:

  1. Perdarahan vagina tak normal
  2. Tekanan darah tinggi tak terkontrol
  3. Serangan stroke, jantung, pembekuan darah
  4. Riwayat pribadi penyakit kanker payudara

Pasien pun harus dipantau dengan teratur ketika menjalankan terapi hormonal ini. apabila Anda mungkin mempunyai gangguan jerawat yang disebabkan oleh gangguan hormon, maka hal terbaik yang sebaiknya Anda lakukan yakni konsultasikan masalah ini pada dokter. Kemudian melakukan pengujian yang memang dibutuhkan dalam pemeriksaan keseimbangan hormon di tubuh Anda.

Saat Anda mengunjungi dokter, dokter pun akan bertanya tentang jerawat yang tumbuh. Melakukan pemeriksaan fisik di kulit pasien, umumnya dokter sudah bisa mendiagnosis apa jenis jerawat yang diderita. USG dan tes darah dilakukan hanya pada pasien wanita, dengan tujuan mengetahui jika pasien wanita mempunyai sindrom ovarium polikistik karena hormon yang tidak seimbang, di mana kondisi ini berpengaruh terhadap kesehatan kulit, serta merupakan faktor penyebab gangguan jerawat. Tingkat keparahan jerawat sendiri dibagi menjadi 4 tahap. Sekian artikel tentang jerawat pada wanita dan cara mengobatinya, semoga bermanfaat.

Jerawat pada Wanita dan Cara Mengobatinya Rating: 4.5 Diposkan Oleh: risna novita